Metode Terkini dan Termuktahir Pertanian Zaman Now

Sawit Tidak Jahat, Ia adalah Anugerah Terindah Untuk Kemajuan Indonesia

Sawit Tidak Jahat | Dok.Pribadi

Isu-isu negatif begitu bertubi-tubi dialamatkan kepada industri sawit nasional. Sebuah kampanye yang juga dikenal sebagai " Kampanye Hitam Kelapa Sawit" telah lama didengungkan terutama oleh Uni Eropa untuk menjatuhkan sawit Indonesia. Mulai dari isu kelapa sawit yang tidak ramah lingkungan, terjadinya deforestasi, pemanasan global hingga kerusakan lingkungan seakan menjadi senjata utama mereka untuk menggiring pemahaman publik.

Publik seakan terhipnotis dengan kampanye yang telah mereka gencarkan. Memandang sawit sebagai sebuah petaka bagi lingkungan hidup dan mereka yang menyebarkan kampanye dianggap sebagai pahlawan terhadap perlindugan lingkungan hidup.

Tudingan demi tudingan dilontarkan kepada sawit, baik dengan atau tanpa data yang menyertainya.

Sebut saja tudingan terkait kelapa sawit yang berkontribusi pada penambahan dan perusakan hutan. Padahal faktanya, berdasarkan studi, penggunaan lahan sawit di hutan produksi hanya mencapai 3 % dari total perkebunan sawit yang ada. Sedangkan sisanya ditanam di lahan terlantar 43 %, lahan terdegradasri 27 %, lahan pertanian 14 %, dan lahan hutan tanaman industri 13 %.

Luas Penggunaan Lahan Sawit | BPBD


Sawit juga sering dikaitkan dengan isu pemanasan global, padahal fakta menunjukkan kontribusi terbesar dari meningkatnya emisi gas rumah kaca adalah konsumsi energi dari bahan bakar fosil. Pertanian hanya menyumbang sekitar 14 % saja. Bahkan dengan produk hilirisasi sawit berupa biodiesel yang sekarang sedang naik daun, Indonesia dapat mencapai target 23 % bauran energi nasional dari EBT (Energi baru terbarukan).

Akhir-akhir ini sawit juga dituduh sebagai penyebab utama deforestasi hutan di Indonesia. Namun jika bercermin dari sejarah, Deforestasi sudah berlangsung sebelum tahun 1960-an dan puncaknya terjadi pada 1980-an hingga 1990-an, yaitu pada saat transmigrasi dan Hak Pengusahaan Hutan (HPH) berkembang pesat. Sedangkan sawit muncul jauh sesudah kerusakan hutan terjadi, yakni setelah tahun 2000-an.

Yang lebih mengejutkan lagi, ternyata penyebab utama deforestasi justru datang dari pihak negara maju yang selama ini menentang keras kelapa sawit. Berdasarkan studi yang dilakukan Climate Focus 2016, pemicu terbesar deforestasi adalah industri pengolahan daging dan yang kedua adalah kedelai, sementara produk sawit dan kahu hanya sedikit berperan dalam kondisi hilangnya hutan, atau hanya sekitar sepersepuluh dari industri daging.

Sebagai mahasiswa yang dituntut untuk berpikiran kritis saya bertanya-tanya kenapa kampanye hitam ini sangat gencar dilakukan.

Bukankah sawit telah menyediakan tumpuan hidup bagi 16,2 juta orang tenaga kerja?

Perlu diketahui, Sawit juga menyerap banyak tenaga kerja. Setiap ha kebun sawit yang sudah beroperasi membutuhkan 0,2 HKP (hari kerja pria) per harinya. Artinya, jika terjadi pengembangan kebun sebesar 400.000 ha setiap tahunnya, maka minimal jumlah tenaga kerja yang bisa diserap adalah 80.000 KK setiap tahunnya. Bayangkan, jika setiap tahunnya Indonesia menghasilkan sebanyak 200.000 angkatan kerja baru maka lebih dari 30 % dari mereka bisa diserap di sektor perkebunan kelapa sawit. Sebuah solusi yang benar-benar di berada di depan mata, namun sering dipandang sebelah mata pikirku.

Disaat amerika mengatakan minyak kedelai lebih baik dari kelapa sawit, tetapi data mengatakan sebaliknya. Kelapa sawit jauh lebih efisien dan produktif dibandingkan dengan tanaman penghasil minyak nabati lainnya. Satu hektar lahan dapat menghasilkan 4,17 metrik ton kelapa sawit per tahun, dibandingkan dengan 0,56 ton minyak bunga matahari, 0,39 ton minyak kedelai dan 0,16 ton minyak kacang tanah.

Sawit juga dikenal sebagai tanaman yang punya rantai diversifikasi yang Panjang dan luas, ada lebih dari 200 produk turunan sawit yang bernilai ekonomis. Benar-benar potensi yang sangat besar jika Indonesia mampu memanfaatkanya dengan baik.


Akhir kata, Kelapa Sawit bukanlah sebuah musibah malah ia adalah anugrah terindah dari Tuhan kepada Indonesia. Indonesia tidak lemah, Indonesia hebat jika sawit kuat. Satu-satunya dosa sawit adalah ia tidak tumbuh di Eropa, ia hanya tumbuh di surga dunia tempat dimana kita berpijak sekarang.
Share:

Hobi Berkebun? Salurkan Hobimu dengan Bisnis Tanaman Hias Ini

   

   Manusia membutuhkan hobi untuk menenangkan pikiran atau berkreasi di dunia yang dia sukai karena pada dasarnya hobi merupakan wadah seseorang dalam mengembangkan diri. Namun kadang hobi bisa menjadi peluang usaha yang jika ditekuni dengan serius akan menghasilkan sesuatu yang fantastis. Berkebun misalnya, walau terlihat sederhana di mata orang lain tetapi bagi mereka yang melihatnya dengan kacamata bisnis tentu akan sangat potensial untuk dikembangkan. 

   Dengan keindahan tanaman-tanaman hias yang menarik perhatian tersebut tentu kita bisa mengubahnya menjadi ladang bisnis yang menjanjikan bukan?. Apalagi jika kamu tinggal di daerah perkotaan yang notabene jarang ditanami tanaman hias, kamu bisa merubah peluang ini menjadi bisnis yang menjanjikan. Kali ini kami akan memberikan apa saja bisnis tanaman hias yang dapat kamu lakukan beserta cara memulainya.

Menjual Tanaman Hias

   Usaha jenis ini mungkin sudah sangat familiar bagimu atau mungkin kamu sudah pernah mencobanya tetapi gagal ditengah jalan. Tentu saja menjalankan usaha ini kita harus menghadapi tantangan yang besar untuk bisa sukses karena bisnis ini termasuk bisnis yang tinggi persaingannya. Tidak hanya pesaing, memulai bisnis ini sebagai pemula membuatmu berhadapan dengan masalah-masalah yang tidak mudah untuk diselesaikan. Mulai dari masalah lahan yang membutuhkan area yang luas untuk memajang tanaman hiasmu, serangan hama yang sering terjadi pada bunga tertentu, hingga lokasi yang tidak strategis untuk menjalankan bisnis ini seringkali menjadi alasan banyaknya pebisnis tanaman hias berhenti ditengah jalan. 

Baca Juga Cara Menambah Nilai Jual Salak

   Namun masalah diatas bisa diatasi dengan membangun kerja sama dengan pengepul tanaman hias atau dengan sesama penjual tanaman hias sehingga tercipta jaringan pemasaran yang kokoh. Ada baiknya juga kamu hanya fokus menjual beberapa tanaman hias saja dan lebih peka terhadap trend dan perkembangan pasar agar dapat menyediakan apa yang dicari oleh konsumen. Selain berkutat dengan metode pemasaran kamu juga harus sering mempromosikan tanaman hiasmu ke masyarakat. Cara yang paling jitu adalah dengan mengikuti berbagai perlombaan tanaman hias, jika kamu memenangkan perlombaan ini maka sedikit demi sedikit bisnismu akan dikenal oleh konsumen.

Usaha Penyewaan Tanaman Hias

   Sebenarnya usaha menyewa tanaman hias adalah usaha sampingan yang bisa kamu lakukan jika bisnis tanaman hiasmu sedang sepi pembeli. Namun jangan salah sangka, jika kamu mempunyai koleksi tanaman hias yang lumayan banyak dan menarik tentunya maka bukan tidak mungkin kamu akan mengalihkan usahamu dari yang dulunya sebagai penjual menjadi penyewa tanaman hias. Perusahaan kantoran, instansi pemerintah hingga hotel-hotel kelas atas akan dengan senang hati menyewa tanaman-tanaman hiasmu untuk memperindah ruangan mereka. Biaya yang dikeluarkan untuk bisnis ini pun terbilang murah, kamu hanya perlu mengeluarkan biaya untuk perawatan dan antar jemput tanaman hias. 

   Beberapa tanaman hias yang dapat kamu rentalkan ialah seperti mawar, palem-paleman, aglaonema, krisan hingga tanaman epifit seperti anggrek. Harga sewa tanaman hias pun terbilang mahal, untuk kategori tanaman kecil saja kamu bisa mematok harga dikisaran Rp. 25.000 – Rp.30.000 per bucketnya. Harga sewa untuk tanaman yang berukuran besar dan biasa dipakai di luar ruangan bisa mencapai Rp. 150.000. Permintaan penyewaan tanaman hias  bahkan meningkat saat banyak acara atau perayaan agama maupun tradisi diadakan. Pihak penyelenggara acara pasti akan sangat mengandalkan bisnis ini saat mendekorasi tata panggung, tentu peluang seperti ini akan sangat bernilai jika kamu pandai dalam memanfaatkannya.

   Perlu diperhatikan bahwa tanaman yang akan dikirim ke pelanggan haruslah diperiksa terlebih dahulu kualitasnya sehingga tidak memberikan pelayanan yang buruk kepada pelanggan. Dengan menjaga kualitas tanaman hias yang selalu segar dan menarik di pandang maka kesempatan untuk menjadi penyewa tetap tanaman hias suatu perusahaan akan kamu dapatkan.

Usaha Pembibitan Tanaman Hias

   Jika bisnis penjualan tanaman hias memiliki persaingan yang tinggi lain halnya dengan usaha pembibitan tanaman hias. Tidak banyak petani yang memilih untuk membuka usaha pembibitan tanaman hias. Walau terjadi kenaikan permintaan akan tanaman hias tetapi tidak diiringi dengan berkembangnya usaha pembibitan tanaman tersebut. Salah satu penyebab terbesarnya adalah kurang meratanya penyebaran informasi mengenai cara-cara perbanyakan tanaman hias di kalangan petani. Bibit-bibit tanaman hias yang sering kita temui di pasaran kebanyakan berasal dari perusahaan-perusahaan pembibitan besar di Indonesia. Dengan kondisi yang demikian sudah jelas bahwa peluang bisnis pembibitan tanaman hias sangat terbuka lebar untuk kamu coba.

   Untuk memulai usaha ini tidaklah dibutuhkan lahan yang luas dan modal yang besar karena kita hanya berkutat dengan bibit tanaman. Cukup dengan memanfaatkan halaman rumah maka kamu sudah bisa memulai bisnis ini. Hal yang harus kamu pertimbangkan adalah teknik perbanyakan tanaman hias yang paling efektif. Tidak ada salahnya kamu bergabung atau berhubungan dengan komunitas pembibitan tanaman hias untuk menambah wawasanmu. 


Bisnis tanaman hias memang memiliki prospek yan cerah jika kamu serius menjalaninya. Namun memasuki pasar yang memiliki persaingan tinggi dengan jalan berliku bukanlah hal yang mudah untuk dilewati. Oleh sebab itu kamu harus punya cara yang efektif untuk bertahan di bisnis ini. Gunakan seluruh metode pemasaran yang terbaik agar bisnismu dilirik oleh konsumen. Jika bisnismu mulai dikenal oleh konsumen maka kamu sudah mempunyai jaringan pemasaran yang kokoh yang menjadi modalmu untuk bertahan di bisnis tanaman hias ini.

Share:

Tingkatkan Nilai Jual Salak Pondohmu Dengan 7 Tahap Penanganan Pasca Panen Ini


Salak (Sallaka edulis) merupakan salah satu buah favorit di Indonesia, buah ini memiliki citra rasa manis (kadang kelat) yang khas dan kulit yang bersisik. Banyak jenis salak yang ditanam di Indonesia namun yang paling sering dibudidayakan oleh masyarakat secara luas adalah salak pondoh. Kebanyakan petani memilih salak pondoh karena memang salak yang satu ini lebih menjanjikan rasa yang manis ketika panen dari pada jenis salak lainnya. Salak sering dijadikan sajian buah di meja makan, dijadikan asinan bahkan dijadikan bahan pembuatan obat. Permintaan buah salak pun termasuk stabil karena tingginya peminat buah salak di negri ini.  

Namun kebanyakan petani langsung menjual hasil panen salaknya tanpa melakukan penanganan pasca panen terlebih dahulu. Akibatnya banyak salak yang memiliki kualitas dan rasa yang  buruk bercampur dengan salak yang baik kualitasnya. Penanganan pasca panen salak juga bertujuan untuk untuk menambah nilai (Value Added)  sehingga dapat dijual di tingkat harga yang lebih tinggi. Oleh karena itu kami akan memberikan beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk menambah nilai jual salak lewat kegitan pasca panen berikut.

Berikut 7 Tahap Penanganan Pasca Panen Buah Salak, diantaranya yaitu:

1. Pemanenan

Pemanenan merupakan titik kritis yang  sangat  berpengaruh pada mutu  buah.  Penentuan umur  petik  didasarkan  atas  hasil,  tampilan  visual,  harga yang  diharapkan,  taksir kehilangan  akibat  pemilahan  untuk  mencapai  mutu pengapalan  (shipping  quality),  dan kondisi  lapangan.
Kriteria Panen Salak Pondoh
Kriteria Panen Salak Pondoh
\
Panen  buah  salak  dilakukan  dalam  keadaan  cuaca kering  (tidak  hujan)  pada  pagi hari (pukul  9 –10  pagi)  saat  buah  sudah  tidak berembun. Jika panen dilakukan pada saat terlalu pagi dan buah masih berembun maka buah akan mudah kotor dan bila luka sangat rentan terserang penyakit. Bila panen dilakukan ada siang hari, buah  akan mengalami penguapan sehingga susut lebih  banyak,  sedangkan  bila  pada  sore  hari dapat berakibat lamanya  waktu menunggu, kecuali harus bekerja pada malam hari.

Salak dipanen saat berumur 5 –6 bulan umur bunga (setelah munculnya bunga). Tingkat ketuaan  60 –70%.  Pada tingkat  ketuaan ini,  tingkat  kerusakan  buah  selama penyimpanan  lebih  rendah  dibandingkan dengan tingkat ketuaan 80%. Buah salak pondah yang dipanen lebih awal sudah mempunyai rasa manis dan  tidak  sepat,  ukuran buah  masih  kecil  dan  aroma  khas  salak  belum  keluar, karena  komponen  penyusun   aroma  buah  terbentuk  bersamaan  dengan  proses pematangan buah.

2. Pembersihan

Kebersihan  salak  berpengaruh terhadap  masa simpan  buah  salak.  Tandan  salak sering diletakkan  dekat  dengan permukaan   tanah   sehingga kotoran   dapat   menempel   pada buah   salak   dan menyebabkan  binatang-binatang  kecil   yang menyukai  tempat  lembab sering bersembunyi di antara buah dalam tandan.

Pembersihan  buah  salak  dilakukan  dengan  menyikat  buah  menggunakan sikat yang halus,  yang  bertujuan  untuk  membersihkan  kotoran  yang  menempel pada  permukaan kulit  buah  dan  membersihkan  sisa-sisa  duri  yang  belum  rontok secara alami. Untuk memisahkan buah yang cacat, memar, lecet/luka, busuk yang dapat menjadi sumber kerusakan buah salak.

3. Sortasi 

Sortasi bertujuan memilih buah yang baik, tidak cacat, dan dipisahkan dari buah    yang busuk,pecah,    tergores    atau    tertusuk.    Juga    berguna    untuk membersihkan buah salak dari kotoran, sisa –sisa duri, tangkai dan ranting. 

Penggolongan  bertujuan untuk, mendapat  hasil  buah  yang  seragam  (ukuran  dan kualitas) mempermudah   penyusunan   dalam   wadah/peti/alat   kemas mendapatkan harga  yang  lebih  tinggi, merangsang  minat  untuk  membeli, agar perhitungannya lebih mudah, untuk menaksir pendapatan sementara.

Pada buah salak digolongkan dalam 3 (tiga) kelas mutu, yakni kelas super, kelas A, dan kelas B (SNI 3167:2009). Kelas super berkriteria kualitas paling baik (super) yaitu bebas dari cacat kecuali cacat sangat kecil. Buah salak berkualitas A, bila mempunyai kriteria dengan cacat yang diperbolehkan; cacat sedikit pada kulit seperti lecet, tergores atau kerusakan mekanis lainnya, total area yang cacat tidak lebih  dari  2%  dari  luas  total seluruh  permukaan  buah,  cacat  tersebut  tidak mempengaruhi isi buah.

Kode  ukuran  salak  ditentukan  berdasarkan  bobot,  sebagai  berikut:  kode ukuran  1, dengan bobot  >120  gr;  kode  2,  dengan  bobot  101-120gr;  dan  kode ukuran 3 dengan bobot 81-100 gr. Toleransi mutu dan ukuran yang diperbolehkan diatur dalam standar ini.

Berikut ini  contoh sortasi buah salak bali, 
Tabel Kriteria Panen


4. Pengemasan 

Pengemasan merupakan tahap yang paling menentukan nilai jual dari komoditas pertanian selain dari kualitas komoditi itu sendiri. Tujuan  pengemasan  adalah  untuk  melindungi buah  salak  dari kerusakan, mempermudah  dalam  penyusunan,  baik  dalam pengangkutan  maupun  dalam gudang penyimpanan dan untuk mempermudah perhitungan.Biasanya buah salak dikemas  dalam  keranjang bambu  (besek)berkapasitas  5,  10,  dan  20  kilogram.
Pengemasan Salak Pondoh

Pada kemasan salak pondoh, buah salak  yang masih utuh pada tandan diletakkan di tengah  dan  di sekelilingnya  diletakkan  butiran  salak  yang  sudah  lepas  dari tandan.


Bisa dipertimbangkan untuk menggunakan modified atmosphere packaging (MAP), teknik ini ditujukan untuk memperpanjang masa simpan dari produk sehingga pemasaran antar negara menjadi mungkin dilakukan.

Pengemasan dengan teknik atmosfir termodifikasi adalah sebagai berikut:
  1. Menggunakan   kantong   plastik   polietilien   (PE)   tebal   0,04   mm   dengan pengaturan konsentrasi gas awal 1,5% CO2dan 15% O2, untuk buah salak bali tandanan  dan  salak pondoh  butiran  pada suhu  penyimpanan  15oC  dan  10oC dapat  mempertahankan  mutu kesegaran  berturut-turut  adalah  24  dan  15  hari (Setyadjid, 1993dalam Muldayanti I., dkk., 2012).
  2. Pengemasan  dengan  kemasan  PE  (Polietilien)  30  mikron dengan gas  awal 1,5% CO2dan 15%  O2pada  salak  pondoh  kombinasi  dengan  penyimpananpada  suhu 9 –12oC  dapat mempertahankan  kesegaran  buah  hingga  27  hari (Rosmani dan Sjaifullah, 1991 dalam Muldayanti I., dkk., 2012). 

5. Penyimpanan

Kegiatan yang satu ini dilakukan agar persedian salak di pasar tidak membludak sehingga harga salak dapat dikontrol. Penyimpanan salak dapat dilakukan di dua lokasi yaitu tempat penampungan sementara dan gudang penyimpanan. 

Salak yang dimasukkan kedalam tempat penyimpanan sementara adalah salak yang akan segera dijual ke pasar sedangkan salak yang berada di gudang penyimpanan harus dilakukan tahap sortasi dan pengemasan terlebih dahulu. Penyimpanan salak juga dapat memperpanjang daya guna dan memperbaiki mutunya karena buah yang sudah masak dapat menghasilkan gas etilen yang membuat salak lain yang belum matang menjadi matang. 


6. Pengangkutan

Komoditas hortikultura seperti salak memiliki sifat meruah dan cenderung sulit dalam proses pengangkurannya sehingga membutuhkan biaya yang besar. Belum lagi mudahnya terjadi kebusukan membuat sistem pengangkutan hasil panen dituntut untuk mendistribusikan buah-buahan dan sayuran secara cepat dari sentra produksi ke konsumen. 

Waktu pengangkutan juga harus disesuaikan , untuk tujuan luar kota misalnya, dilakukan pada pagi hari (pukul 03.00-06.00). Hal ini dilakukan untuk menghindari pengeringan kulit buah salak yang terkena sinar matahari sehingga menurunkan nilai jualnya. 

7. Pemasaran

Masalah pemasaran adalah tahap paling penting dari seluruh proses pasca panen karena tahap inilah yang menentukan berhasil tidaknya suatu bisnis. Untuk pemasaran salak sendiri kamu bisa bekerja sama dengan pengepul buah-buahan atau dengan koperasi unit desa. 

Bergabung dengan komunitas yang mewadahi petani buah-buahan juga merupakan langkah yang tepat karena usahamu akan memiliki jaringan pemasaran yang kokoh. Beberapa pasar swalayan terkadang kekurangan stok buah salak yang berkualitas untuk mereka jual, jika kamu pandai dalam memanfaatkan peluang ini bukan tidak mungkin kamu menjadi pemasok tetap buah salak bagi mereka.

Sekian, Semoga bermanfaat
Share:

Budidaya Hidroponik di Daerah Perkotaan dan Segmen Pasarnya


Bertani di daerah perkotaan, tentu kata tersebut sedikit aneh jika kita ucapkan. Tak heran memang melihat daerah perkotaan yang terkenal dengan sebutan daerah modern, hal ini tidak lain disebakan oleh kelengkapan fasilitas yang tersedia disana. Selain itu, kota juga sering dijuluki tempat yang sempit, tak jarang masyarakat perkotaan hanya memiliki beberapa petak tanah untuk dijadikan tempat tinggal. Namun keterbatasan lahan bukanlah hambatan untuk bertani jika kita tau tekniknya. Bahkan bertani di daerah perkotaan akan menjadi sangat menjanjikan hasil yang besar jika kita pandai memanfaatkan peluang.

Salah satu teknik yang sangat tepat yang dapat kamu terapkan untuk bertani di daerah perkotaan adalah budidaya hidroponik. Kenapa hidroponik? Tidak lain karena budidaya dengan menggunakan metode hidroponik tidaklah memakan banyak ruang. Dengan pengaturan yang tepat kamu bahkan bisa bertani dengan gaya vertikal. Menurut Lonardy (2006), penggunaan sistem hidroponik tidak mengenal musim dan tidak memerlukan lahan yang luas dibandingkan dengan kultur tanah untuk menghasilkan produktivitas yang sama. Teknologi hidroponik mengharuskan kemampuan khusus penggunanya dalam pengoperasian dan keuntungan menggunakan sistem ini memungkinkan kontrol terhadap tanaman lebih baik

Hidroponik Vertikultur

Hidroponik Vertikultur atau sering disebut sistem tower merupakan tipe hidroponik yang sangat cocok diterapkan di lahan yang sempit seperti di apartemen atau rumah kos. 

Hidroponik vertikultur
Sistem Hidroponik Vertikultur


Vertikultur adalah sistem tanam secar bertingkat, dimana kita dapat memanfaatkan botol-botol atau barang bekas yang ada disekitar kita. Untuk mencukupi kebutuhan unsur-unsur yang dibutuhkan tanaman pada sistem tanam hidroponik vertikultur, maka digunakan nutrisi hidroponik. Nutrisi ini adalah pupuk hidroponik lengkap yang mengadung semua unsur hara makro dan mikro yang diperlukan tanaman sebagai sumber makanan yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangannya. 

Instalasi hidroponik jenis inipun dapat menampung sekitar 48 tanaman per 30 cm² nya, bayangkan jika menanam dengan jumlah serupa diperlukan hingga beberapa meter persegi. Hidroponik vertikultur juga memiliki banyak kelebihan lain sehingga banyak para petani menerapkanya di daerah perkotaan (urban farming), diantaranya yaitu:
  • Mudah dipindah-pindah semau pemilikinya
  • Mampu mengurangi polusi udara disekitar tanaman hidroponik vertikulutur ini
  • Cocok untuk ditanam sayuran bagi yang memiliki lahan sempit
  • Memiliki nilai estetik yang tinggi
  • Lebih menghemat tempat
  • Lebih hemat nutrisi hidroponik
  • Lebih cepat panen daripada hidroponik konvensional

Tampak bahwa bercocok tanam dengan sistem yang satu ini sangat cocok untuk kamu terapkan, bahkan hasilnya dapat lebih banyak dibandingkan dengan hidroponik horizontal. Bahkan Perawatan hidroponik ini sangat mudah, karena tumbuhan, tanaman atau sayur-sayuran dapat tumbuh dengan mudah tanpa menggunakan tanah, hanya dengan talang air, botol-botol kemasan yang sudah tidak terpakai dan juga bisa memanfaatkan barang-barang yang sudah tidak diperlukan seperti ember, baskom dan sebagainya (Satya dkk, 2017). 


Sejarah Hidroponik Vertikultur

Teknik ini berawal dari ide vertical garden yang dilontarkan oleh sebuah perusahaan benih di Swiss pada tahun 1944. Popularitas bertanam dengan dimensi vertikal ini selanjutnya berkembang pesat di negara Eropa yang beriklim subtropis. Awalnya, sistem vertikultur digunakan untuk memamerkan tanaman ditaman umum, kebun, atau didalam rumah kaca. 

Selain dibudidayakan dengan media tanam umum, teknik ini juga berkembang dengan mengadopsi cara pemberian hara bersamaan dengan air siraman melalui irigasi tetes (drip irigation) atau pengaliran secara kontinu (hidroponik). Selain itu, dapat juga digunakan beberapa teknik penanaman terbaru seperti sistem aeroponik atau sistem vertigo. Sistem aeroponik adalah pengabutan unsur hara ke arah sistem perakaran. Sistem vertigo adalah pertanian vertikal dengan menempatkan sumber unsur hara kearah sistem perakaran. Sistem vertigo adalah pertanian vertikal dengan menempatkan sumber unsur hara di atas dan mengalirkannya dengan sistem irigasi tetes melalui wadah tanam yang terintegrasi
secara vertikal.

Pada prinsipnya, cara vertikultur ini tidak berbeda dengan cara bercocok tanam di kebun atau di lahan datar. Perbedaan mendasar adalah dalam hal penggunaan lahan produksi tanaman. Teknik vertikultur memungkinkan dilakukan dalam luasan satu meter persegi untuk dapat ditanami dengan jumlah yang jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan penanaman di lahan mendatar. 

Teknik Pembuatan Hidroponik Veltikultur

Contoh salah satu wadah tanam dibuat dari dua batang bambu yang masingmasing panjangnya 120 cm, dengan pembagian 100 cm untuk wadah tanam dan 20 cm sisanya untuk ditanam ke tanah. Pada setiap bambu akan dibuat lubang tanam sebanyak 10 buah. Bambu dipilih yang batangnya paling besar, lalu dipotong sesuai dengan ukuran yang ditetapkan. Semakin bagus kualitas bambu, semakin lama masa pemakaiannya. 

Di bagian 20 cm terdapat ruas yang nantinya akan menjadi ruas terakhir dihitung dari atas. Semua ruas bambu kecuali yang terakhir dibobol dengan menggunakan linggis supaya keseluruhan ruang dalam bambu terbuka. Di bagian inilah nantinya media tanam ditempatkan. Untuk ruas terakhir tidak dibobol keseluruhan, melainkan hanya dibuat sejumlah lubang kecil dengan paku untuk sirkulasi air keluar wadah

Hidroponik Tower
Ilustrasi Hidroponik Tower


Selanjutnya dibuat lubang tanam di sepanjang bagian 100 cm dengan menggunakan bor listrik. Dapat juga menggunakan alat lain seperti pahat untuk membuat lubang. Lubang dibuat secara selang-seling pada keempat sisi bambu (asosiasikan permukaan bambu dengan bidang kotak). Pada dua sisi yang saling berhadapan terdapat masing-masing tiga lubang tanam, pada dua sisi lainnya masingmasing dua lubang tanam, sehingga didapatkan 10 lubang tanam secara keseluruhan. Setiap lubang berdiameter kira-kira 1,5 cm, sedangkan jarak antar lubang dibuat 30 cm

Tanaman yang dapat dibudidayakan dengan sistem ini adalah tanaman yang berukuran tidak terlalu besar seperti kangkung, kemangi, tomat, cabai, bayang, terung, sawi dan sebagainya. Salah satu yang populer ditanam dengan metode hidroponik adalah selada. Menurut Li dkk (2010) Salah satu produk hortikultura yang memiliki nilai ekonomis tinggi adala selada. Selada (Lactuca sativa L.) adalah tanaman sayuran yang banyak diproduksi dan dikonsumsi di dunia termasuk di Indonesia.

Berikut video tutorial yang mungkin bisa membantu dalam membuat tower hidroponik dari pipa paralon, checkt it out....



Dan perlu dikperhatikan untuk meletekan tanaman hidroponikmu dibawah pancaran matahari setidaknya 6 jam setiap hari. Pondasi yang berupa pipa paralog harus dibuat sekokoh mungkin agar tidak roboh akibat beban yang berat.

Segmen Pasar Hidroponik di Perkotaan

Pangsa pasar tanaman hidroponik di indonesia terus meningkat yang tadinya 10% menjadi 20%. Hal ini diiringi dengan kampanye hidup sehat yang marak di suarakan kemenkes. Permintaan tanaman hidroponik ini mayoritasi oleh daerah perkotaan, mulai dari rumah makan, rumah sakit, supermarket, pasar swalayan dan kafe sudah menjadi konsumen utama produk hidroponik ini. 


Tidak berhenti di dalam negeri saja, negara tetangga seperti singapura sering melakukan transaksi dalam kuota yang besar  untuk sayuran hidroponik ini. Tentu semua pangsa pasar ini akan sangat menguntungkanmu yang berada di perkotaan. Jika kamu punya koneksi yang luas dan jaringan pemasaran yang baik maka usaha hidroponikmu akan mudah berkembang. Alangkah baiknya jika kamu bergabaung dengan koperasi petani, cara ini merupakan cara yang efektif untuk menjual sayur hidroponikmu walau lubang tanam sayuran hidroponikmu masih dibawah 100.

Untuk dapat sukses menjual hasil panen hidroponikmu kamu harus benar-benar memperhatikan kualitas tanaman yang dihasilkan. Setidaknya ada beberapa standar yang harus dipenuhi, diantaranya yaitu:
  • daung segar dan tidak layu
  • bersih dari kotoran
  • akarnya bewarna putih
  • batang mengandung banyak air dan tidak rusak
  • teksturnya tidak keras
  • warna sayuran cerah 
  • berat minimal 150 gram/tanaman


Simpulan


Akhir kata, budidaya hidroponik di perkotaan nyatanya sangat menjanjikan walau lahan yang tersedia cenderung terbatas. Dengan diakali sistem hidroponik vertikal tadi kamu bisa bercocok tanam sayuran dan menjualnnya dengan harga yang lebih mahal dari sayuran biasa. Jika usaha hidroponikmu sudah memiliki nama maka kamu bisa menambah lubang tanammu hingga menstabiltkan rotasi tanam sehingga dapat menyuplai banyak tanaman dan stabil tentunya.
Share:

Budidaya Kurma Tropis, Peluang Usaha Baru Yang Sangat Menjanjikan



Apa yang ada di pikiranmu jika seseorang menanam kurma di daerahmu? Tentu bagi sebagian orang akan berpikir bahwa kurma tidak akan tumbuh baik di wilayah dengan curah hujan yang tinggi seperti Indonesia. Bukan tanpa alasan memang melihat sejarah penyebaran kurma yang diyakini pertama kali muncul di daerah bersuhu ekstrim yaitu Teluk Persia sekitar awal 4000 SM. Belum lagi pemikiran masyarakat yang beranggapan bahwa kurma tidak terlalu laris di pasaran Indonesia. 

Namun pemikiran tersebut tidaklah benar, bahkan pangsa pasar kurma di Indonesia berpotensi menjadi yang terbesar mengingat Negara Indonesia adalah Negara muslim terbesar di dunia. Oleh karena itu kami akan mengubah mindset anda untuk dapat menaruh perhatian kepada komoditas bernilai tinggi ini.
Peluang Budidaya Kurma yang Terbuka Lebar di Indonesia

Memang perkembangan budidaya kurma di indonesia belum terlalu besar, hal ini dapat dilihat dari masih sedikitnya kebun kurma yang ada di Indonesia. Masih sangat sedikit pekebun yang memilih kurma sebagai komoditas utamanya. Penyebaran kurma di Indonesia tersebar di berbagai daerah, di Nanggroe Aceh Darussalam contohnya, seorang pekebun kurma bernama Mahdi telah menanam setidaknya sekitar 1200 pohon kurma. Dia juga telah menanam 500 pohon kurma di daerah Riau.
kebun kurma di aceh
Kebun kurma di Aceh

Perkembangan perkebunan kurma Indonesia yang lambat ini disebabkan oleh petani yang masih memiliki pemikiran bahwa kurma tidak cocok ditanam di Indonesia.  Belum lagi peryataan dari salah seorang peneliti dari Balai Penelitan Tanaman dan Palma lain (Batipalma) yang mengatakan bahwa tanaman kurma bukanlah tanaman asli indonesia, sehingga tidak termasuk dalam mandat Badan penelitian dan pengembagan.

Tapi bukan berarti budidaya kurma di Indonesia terhambat, bahkan kita harusnya bercermin kepada Negara Thailand yang sudah menjadi salah satu Negara pengekspor kurma terbesar di dunia. Jika Indonesia berbenah maka bukan tak mungkin suatu hari Negara Indonesia bisa menjadi Negara pengekspor kurma terbesar di dunia.

Pangsa Pasar Kurma yang Besar
Kurma termasuk komoditas yang mudah dijumpai dan digemari oleh mayoritas penduduk Indonesia khususnya yang muslim. Saat ini kurma dapat dengan mudah kita jumpai di banyak pasar-pasar tradisional maupun pasar modern. Bahkan beberapa penjual lebih memilih membuka toko-toko eklusif dengan pelayanan tinggi untuk meningkatkan penjualan. Bateel salah satunya, toko eklusif kurma yang terletak di senayan ini bahkan mampu menjual tidak kurang dari 300 kg kurma dengan harga Rp 750.000 per kilo gramnya.

Permintaan kurma akan sangat tinggi di beberapa waktu tertentu. Pada bulan rahmadhan misalnya, salah satu penjual kurma yang berada di Tanahabang Jakarta berhasil menjual kurma kering sekitar 900 kg dan sekitar 500 kg pada bulan normal. Namun sebagian besar pasokan kurma yang ada di Indonesia masih  berasal dari luar negeri. Bukan tanpa alasan, melihat masih minimnya pekebunan kurma di indonesia yang memproduksi kurma secara komersial.
Benih Kolak One Hybrid

Thailand, Negara yang terkenal akan bidang hortikulturanya ini bahkan telah berhasil melakukan budidaya kurma secara komersial. Mereka juga mempunyai kultivar andalan bernama KL-1(Kolak One) yang mampu beradaptasi dengan iklim tropis. Saat ini Thailand bahkan sudah memiliki tidak kurang dari 100 perkebunan kurma, ditambah dengan tingginya minat petani disana untuk menanam buah primadona ini. Hal ini membuktikan bahwa peluang budidaya kurma sangatlah menggiurkan ditambah masih sedikitnya persaingan kurma lokal di Indonesia.

Kurma Tropis Solusi Jitu Budidaya Kurma di Indonesia
Kurma Tropis atau dengan nama lain Kolak One merupakan kurma yang memiliki perbedaan dari kurma pada umumnya. Kurma ini dapat beradaptasi dengan iklim tropis yang ada di Indonesia dan memiliki sifat genjah, yaitu mampu berbuah saat berumur 3 tahun. Tanaman kurma jenis ini juga dapat menghasilkan hingga 25 kg kurma basah pada tahun kelima penanamannya tanpa melalui proses perangsangan yang biasa dilakukan kepada varietas kurma biasa.

Sebagai contoh, Salah seorang petani Thailand berhasil memanen secara rutin sekitar 7,2 - 10,8 kurma pertahunnya dari 120 pohon kurma yang berumur antara 1 - 7 tahun. Kurma-kruma tersebut dijual dengan harga 600 bath perkilonya, beliau berhasil meraup omzet mencapai Rp 1,7 – 2,6 milyar dari panen kurmanya selama 3 bulan. Belum lagi jika kurma-kurma tersebut diolah kembali dengan teknologi pasca panen terkini maka kita dapat melihat keuntungan yang berlipat ganda dari angka diatas.


Budidaya kurma sebenarnya mudah untuk kita lakukan, hanya dengan bermodalkan lahan dan bibit kurma KL-1 maka kamu sudah bisa memulai usaha ini. Jika kamu mempunyai lahan yang cukup luas maka mulailah menanam setidaknya 150 pohon kurma yang terdiri dari 125 pohon kurma betina dan 25 pohon kurma jantan. Pada tahun ketiga kamu sudah bisa merasakan manisnya omzet dari tanaman primadona ini. Tak tanggung-tanggung, kamu bahkan bisa berpeluang mendapat penghasilan sebesar Rp 996 juta pada tahun ketiganya.

Sumber data valid : Majalah Trubus




Share:

Budidaya Buah Naga Tabulampot, Cara Alternatif Menambah Pendapatanmu

Menambah Pendapatan dengan Budidaya Buah Naga di Dalam Pot


Share:

Pasti Sukses, Bisnis Budidaya Jangkrik Untuk Pakan Burung yang Mudah dan Menggiurkan


                               
Share:

Favorit

10 Cabai Terpedas di Dunia, Salah Makan Beresiko Kematian !!!

10 Cabai Terpedas di Dunia, Salah Makan Beresiko Kematian !!!        

Penulis

Ikuti Kami Kuy....